{"id":73073,"date":"2026-04-24T12:50:41","date_gmt":"2026-04-24T12:50:41","guid":{"rendered":"https:\/\/agencezarrabi.com\/?p=73073"},"modified":"2026-04-24T12:50:41","modified_gmt":"2026-04-24T12:50:41","slug":"idn-8","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agencezarrabi.com\/en\/idn-8\/","title":{"rendered":"IDN"},"content":{"rendered":"

IDN<\/h1>\n

Secara umum, para pakar dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setuju bahwa gangguan ini mempengaruhi sekitar satu dari setiap 100 orang. Imbasnya, semua kondisi yang berbeda ini membuat seseorang sulit mengambil keputusan yang masuk akal dan rasional, misalnya apakah menghabiskan banyak uang untuk bertaruh akan menguntungkan mengingat risikonya tinggi. \u201cDalam studi yang mengevaluasi individu dengan gangguan kecanduan gim, penurunan konektivitas di area seperti korteks orbitofrontal medial, striatum, dan korteks cingulate anterior juga diamati,\u201d jelasnya. \u201cKita punya area di otak yang disebut sistem limbik, di mana terdapat serangkaian struktur yang saling terkoneksi dan membentuk reward circuit (sirkuit penghargaan). Namun mereka mengingatkan bahwa masalahnya lebih besar dari itu karena bisa mempengaruhi keluarga pecandu, bahkan seluruh masyarakat. Sulit menahan keinginan untuk mengambil risiko, keyakinan bahwa keberuntungan akan berpihak kali ini, tak bisa mengendalikan pengeluaran, dan tak peduli utang semakin menumpuk.<\/p>\n